Semarang, (15/ 07/ 25). Sebagai bentuk kontribusi dalam upaya pencegahan stunting di wilayah pedesaan, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro yang bertugas di Kelurahan Jabungan telah melaksanakan kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa nugget tahu kepada anak-anak yang masuk dalam kategori berisiko stunting. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 15 Juli 2025, yang dilaksanakan secara door to door di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Multidisiplin Tim KK-T 110 yang tidak hanya berfokus dalam bidang Kesehatan, tetapi juga mengenai gizi masyarakat, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemenuhan gizi seimbang pada masa pertumbuhan anak usia dini. Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi kronis yang berdampak pada tumbuh kembang anak secara jangka panjang, baik secara fisik maupun kognitif.

PMT yang diberikan berupa nugget tahu, yaitu makanan olahan berbahan dasar tahu sebagai sumber protein nabati, yang dipadukan dengan sayuran seperti wortel untuk menambah kandungan vitamin, mineral, dan serat. Nugget tahu dipilih sebagai alternatif makanan bergizi yang praktis, ekonomis, dan disukai oleh anak-anak.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini bekerja sama dengan kader Posyandu untuk mendata anak balita yang beresiko stunting yang bertugas sebagai petugas Kesehatan anak. Anak-anak terlihat antusias saat menerima dan mengonsumsi nugget tahu sebagai alternatif makanan sehat yang menarik dan lezat. Kegiatan ini juga diisi dengan penyuluhan singkat kepada orang tua mengenai pentingnya asupan gizi seimbang, dan juga dilakukan secara aplikatif dengan pembagian langsung kepada anak balita.

Kader Posyandu, Ibu Tarti, menyambut baik kegiatan ini “Saya sangat berterima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN yang telah memberikan perhatian terhadap masalah stunting di desa kami. Semoga kegiatan ini dapat memberi manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan anak-anak,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat tercipta peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi anak serta mendorong orang tua untuk lebih aktif dalam menyediakan makanan sehat bergizi dari bahan-bahan lokal yang mudah diperoleh.

Demikian laporan kegiatan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi dan pertanggungjawaban pelaksanaan program kerja Multidisiplin Tim KKN-T 110 di Kelurahan Jabungan. Semoga kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam mendukung penurunan angka stunting di wilayah pedesaan.

Tim KKN-T 110 Universitas Diponegoro
Kelurahan Jabungan, 15 Juli 2025